KKL GEOGRAFI

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian
Kuliah Kerja Lapangan merupakan Salah satu upaya untuk memperkenalkan mahasiswa ke dunia kerja secara nyata, dan terjun langsung ke tempat kerja, maka ditetapkan dalam kurikulum sebuah mata kuliah dengan nama “Kuliah Kerja Lapangan” (KKL) yang merupakan Mata Kuliah Wajib ditempuh bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dengan bobot 2 (dua) SKS.
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UMM adalah pusat pendidikan tenaga kependidikan yang menghasilkan guru pendidikan geografi yang berwawasan pengetahuan tentang Bumi dan Isinya. Untuk mencapai hal itu, diperlukan pembelajaran teori, observasi, dan penelitian. Dengan pengamatan, mahasiswa dihadapkan langsung pada objek yang di teliti. Melalui pengamatan tersebut mahasiswa melakukan pengumpulan data selengkap-lengkapnya,yang nantinya data tersebut akan di jadikan bahan laporan penelitian kepada dosen pengampu mata kuliah.
Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang di kaji dalam laporan hasil kuliah kerja lapangan ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana pemanfaatan Bendungan Batujai ?
Bagaimana kondisi pesisir pantai tanjung Aan ditinjau dari segi oseanografi ?

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari bendungan batujai serta untuk mengetahui mengetahui kondisi pesisir pantai tanjung Aan

1.4 Manfaat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bentang Alam (Geomorfologi )
Bendungan Batujai merupakan salah satu objek vital bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Lombok Tengah pada khususnya, dan masyarakat pulau Lombok pada umumnya. Karena peran vitalnya itu, maka bendungan ini harus diselamatkan agar dapat menjalankan fungsi dan manfaatnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.
Untuk mendapatkan solusi yang tepat dari permasalahn yang dialami oleh bendungan Batujai, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan beberapa penyabab dari pendangkalan bendungan tesebut sebagai berikut :
1.Pembuangan Limbah Rumah Rangga
Selain sebagai sumber pengairan bagi warga Lombok Tengah, bendungan ini juga dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga, seperti yang pernah penulis amati di sekitar bendungan, terutama yang berdekatan dengan pasar sapi, di kelurahan Praya. Limbah pasar berupa sisa plastik, kotoran hewan, dan segala jenis limbah dibuang ke bendungan batujai. Ini karena tempat atau letak pasar tersebut berbatasan langsung dengan bendungan. Akibatnya, air bendungan disekitar kawasan teresebut kotor, dan tercemar.
Penumpukan sampah yang terus menerus tentunya akan mennyebabkan pendangkalan pada bagian tepi bendungan. Pada saat musim hujan, sampah ini tentu akan terbawa arus air ketengah bendungan, hal ini tentunya akan semakin mempercepat laju penimbunan bendungan.
Limbah rumah tangga ini selain membuat pendangkalan sungai, juga akan mengurangi keaneka ragaman hayati di bendungan batujai. Limbah ini bersifat beracun, sehingga fito plankton, dan zooplankton yang terdapat dibendungan ini akan mati, dan tentunya akan merusak rantai makanan pada ekosistem tersebut. Sehingga pada akhirnya secara langsung ataupun tidak langsung, ikan-ikan dibendungan tesebut akan berkurang dan tentunya ini akan merugikan bagi warga sekitar.

2.Meningkatnya Populasi Eceng Gondok
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.
Di bendungan batujai, berdasarkan data yang penulis peroleh dari dinas PU Kabupaten Lombok Tengah, jumlah populasi eceng gondok telah menutupi hampir 35% dari total genangan air di bendungan tersebut. Hal ini tentunya sangat menghawatirkan, sebab eceng gondok merupakan salah satu spesies yang sangat cepat berkembang biak, dan bila tidak cepat ditasai, populasinya akan segera menutupi keseluruhan dari bendungan batujai.
Meledaknya (tidak terkontrolnya) populasi eceng gondok suatu perairan akan menyebabkan beberapa hal negatif, diantaranya.
a.Meningkatnya evapotranspirasi
Evaporasi berarti penguapan air pada tanaman, baik melalui permukaan daun, batang dan permukaan tumbuhan lainnya. Meningkatnya evaporasi pada perairan yang dipenuhi eceng gondok tentunya akan menambah jumlah laju penguapan air perairan tersebut. Akibatnya, air dari perairan tersebut akan cepat habis, dan tentunya pada musim kemarau, hal ini sangat tidak diharapkan.
b.Menurunnya Jumlah Cahaya Yang Masuk Kedalam Perairan
Populasi eceng gondong yang berlebihan disuatu perairan akan menutupi permukaan perairan tersebut. hal ini akan menyebabkan cahaya matahari tidak dapat masuk kedalam perairan tersebut. Akibatnya, fitoplankton yang merupakan produsen dari rantai makanan ekosistem perairan tidak dapat berfotosintesis, sehingga jumlah atau kadar oksigen yang dihasilkan akan berkurang, atau bahkan habis sama sekali akibat matinya fitoplankton tersebut. Ini akan nmengurangi tingkat DO (Disolve Oxygen) atau kadar oksigen terlarut pada perairan tersebut.
c.Mempercepat Terjadinya Proses Pendangkalan
Eceng gondonk yang mati akan tenggelam, apalagi dalam jumlah yang begitu banyak, dan dalam jangka waktu yang panjang akan semakin mempercepat proses pendangkalan suatu perairan.
d.Meningkatnya Habitat Bagi Vektor Penyakit Pada Manusia
Habitat hidup eceng gondok yang sangat basah akan merupakan tempat tinggal atau habitat bagi beberapa hewan pembawa penyakit, seperti nyamuk, cacing, ataupun hewan vektor penyakit lainnya. Akibatnya, semakin banyak eceng gondok, semakin besar tingkat kemungkinan munculnya suatu jenis penyakit ditengah-tengah masyarakat.
e.Menurunkan Nilai Estetika Lingkungan Perairan.
Jumlah eceng gondok yang berlebih tentunya akan merusak keindahan dari suatu perairan. Walaupun memiliki bunga, namun bunga eceng gondok tidak terlalu bagus, sehingga akan merusak keindahan dari nsutu perairan.
Hingga saat ini, jumlah eceng gondok dibendungan batujai telah menutupi 35% dari total genangan air di bendungan tersebut, akibatnya, permasalah diatas tentu akan ada pula di kawasan bendungan batujai. Terutama yang paling dikhawatirkan adalah mendangkalnya bedungan Batujai. Pendangkalan ini tentu akan mengurangi kuantitas atau pun kualitas air dari bendungan. Masalah ini akan menyebabhakn menurunnya PAD, berkurangnya ketersediaan sumber air bersih, dan berkurangnya sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat yang rata-rata merupakan sawah tandah hujan, ini tentunya akan menyebabkan kerugian bagi masyarakat Lombok Tengah secara umum.
Dampak Akibat Pendangkalan Bendungan Batujai
Pendangkalan bendungan Batu Jai akan menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat lombok tengah secara umum, terutama bagi masyrakat yang mengandalkan air dari bendungan batujai sebagai modal dan sumber mata pencarian mereka. Berikut kami sampaikan beberapa analisis yang akan terjadi bila bendungan batujai mendangkal:

1.Dampak Sosial
Pendangkalan bendungan batujai akan menimbulkan dampak sosial yang begitu luas bagi masyarakat lombok tengah. Beberapa masalah yang akan terjadi di bidang sosial akibat mendangkalnya bendungan batujai adalah sebagai berikut :
a.Hilangnya semangat mengembangkan daerah
Seperti yang penulis utarakan sebelumnya mengenai kondisi desa yang tidak mendapat suplai air untuk pertanian didesa Bilelando, kecamatan Praya Timur. Masyarakat pada musim kemarau, terutama laki-laki akan pergi meninggalkan desa mereka sehingga desa mereka akan terbengkalai. Akibatnya, desa mereka tidak terurus dan terawat, bayangkan bila beberapa desa yang mengandalkan bendungan batujai sebagai sumber pengairan mereka tidak mendapat suplai air lagi, maka semua laki-laki di beberapa desa tersebut akan meninggalkan desanya ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri. Kondisi ini akan menyebabkan terbengkalainya berbagai macam sumber daya alam daerah lain yang membutuhkan tangan dan tenaga masyarakat setempat untuk membangunnya.
b.Berkurangnya rasa kebersamaan
Dengan menyebarnya masyarakat asli suatu desa ke berbagai macam daerah tentu akan mengurangi intensitas mereka untuk bersosialisasi satu sama lain, ini tentunya akan mengurangi rasa solidaritas antar warga masyarakat. Rasa solidaritas yang kurang akan menimbulakan berbagai macam konflik yang menjurus kepada pertengkaran yang pada akhirnya akan menimbulkan perang antar desa. (untuk diketahui bahwa masyrakat lombok msih sering mengalami perkelahian antar kampung atau antar desa).
c.Menimbulkan konflik sosial antar masyarakat
Air, sebagai kebutuhan pokok masyarakat petani sering menimbulkan pekelahian, karena perannya yang sangat sentral dalam masalah pertanian. Dengan menipisnya ketersediaan air di bendungan batujai, tentu air akan menjadi barang yang langka bagi msyarakat lombok tengah, tentu ini kan menimbulkan konflik bagi mereka yang tidak mendapat bagian atau suplai dari bendungan ini.
Saling berebutan air sering terjadi, mula-mula antar pemilik sawah, kemudian antar waega desa, yang kemudian akan merambat ke antar desa. Apalagi desa yang diari oleh bendungan batujai cukup banyak, dikhawatirkan distribusi air yang tidak adil akan menyebabkan kesenjangan sosial yang menjurus kearah anarkisme masa seperti perkelahian antar warga desa, bahkan perkelahian antar desa.
2.Dampak Ekonomi
Berkurangnya debit air bendungan batujai akan menimbulkan berbagai macam permasalahan, salah satu yang paling mendasar dan sangat dikhawatirkan dari pendangkalan bendungan ini adalah masalah ekonomi, sebab akan menyangkut hajat hidup orang banyak, berikut analisis masalah ekonomi yang akan terjadi apabila bendungan batujai terus mengalami penurunan debit air :
a.Berkurangnya sumber PAD
PAD kabupaten lombok tengah sebagian besar merupakan kontribusi dari sektor pertanian, baik itu berupa beras, maupun tanaman palawija. Berkurangnya debit air dari bendungan batujai akan menimbulkan masalah yang begitu kompleks bagi petani untuk bercocok tanam terutama pada musim kemarau. Dikahawatirkan, masalah ini tidak dapat teratasi dengan cepat, akibatnya sektor andalan dari pemerintah daerah yakni bidang pertanian akan hancur, akibatnya sumber Pendapatan Asli Dearah yang sangat bergantung pada sektor tersebut akan merosot tajam.
Berkurangnya PAD tentu akan menghambat perkembangan Lombok Tengah, akibatnya program pemerintah untuk membangun daerah yang membutuhkan biaya yang cukup banyak akan terhambat.
b.Hilangnya sumber mata pencarian masyarakat
Permasalahan ekonomi yang akan muncul apabila berkurangnya debit air bendungan batujai adalah hilangnya sumber mata pencarian masyarakat. Hilangnya sumber mata pencarian masyarakat disini bisa berarti hilangnya atau terhapusnya lahan tempat suatu usaha, atau bisa berarti pula hilangnya faktor yang paling dominan yang sangat mempengaruhi keberadaan lahan suatu usaha.
Analisis pertama, yaitu hilangnya lahan usaha. Maksudnya disini adalah dengan berkurangnya debit air bendungan batujai akan mengurangi kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar terutama daerah yang berbatasan langsung dengan bendungan batujai, sebagai contoh adalah usaha perikanan darat. Banyak masyarakat yang sehari-harinya memancing, atau menjaring ikan dibendungan batujai, atau membuat keramba dibendungan. Berkurangnya debit air bendungan batujai, akibat pendangkalan yang terjadi terus menerus akan menyebabkan usaha-usaha perikanan darat tesebut akan terhenti, terutama pada musim kemarau. Akibatnya, mata pencarian masyarakat yang langsung berhubungan dengan bendungan akan terhenti, tentu ini akan menambah jumlah pengangguran dan mengurangi kesempatan masyarakat untuk berusaha secara langsung dengan memanfaatkan bendungan tersebut.
Analisis kedua adalah hilangnya atau berkurangnya faktor dominan yang mempengaruhi sebuah lahan usaha, dalam hal ini adalah sektor pertanian. Seperti yang penulis telah sampaikan sebelumnya bahwa bendungan batujai fungsi utamanya ditujukan sebagai sumber pengairan persawahan seluas 3.350 hektar yang mencangkup sebagian besar desa dikawasan lombok bagian selatan. Berkurangnya debit air bendungan batujai tentu akan merusak sistem pola tanam masyarakat di daerah lombok tengah, akibatnya petani tidak dapat mengatur waktu bercocok tanan mereka.
Kekurangan air tentu akan menghambat produksi pertanian, tanaman membutuhkan air sebagai bahan transportasi zat makanan mereka, kekurangan air tentunya akan membuat tanaman pertanian masyarakat akan meranggas, kemudian mati. ini tentunya akan membuat meraka gagal panen, sehingga hasil pertanian mereka akan berkurang dalam jumlah yang sangat banyak.
Rusaknya pertanian tentu akan merusak usaha lain, baik itu usaha yang menunjang usaha pertanian tersebut, maupun usaha yang mengandalkan usaha pertanian tersebut. Usaha yang menunjang usaha pertanian diantaranya ialah usaha pupuk, buruh tani, dan usaha pestisida. Rusaknya usaha pertanian tentu akan menyebabkan daya beli petani terhadap bahan-bahan yang mereka sediakan akan berkurang sehingga hal ini akan mengurangi omset penjulan usaha tersebut.
c.Meningkatnya biaya hidup masyarakat
Sebagai dampak ekonomi terakhir yang merupakan dampak akibat dari dua dampak sebelumnya adalah meningkatnya biaya hidup masyarakat. Ini merupakan sebuah fenomena sosial yang merupakan hal umum yang dapat dianalisis dari hukum ekonomi yang berbunyi bahwa harga akan naik apabila penawaran naik. Berkurangnya sumber air untuk pertanian akan menyebabkan beberapa jenis komoditas pertanian akan menghilang atau berkurang jumlahnya di pasaran. Hal ini akan menyebabkan harga komoditas tersebut akan melambung tinggi. Akan terasa berat bila menyangkut bahan kebutuhan pokok seperti beras, cabai, tomat, dan beberapa jenis palawija lainnya. Menghilangnya beberapa komoditas kebutuhan pokok tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan debit air yang cukup dari bendungan batujai.
Sebagai contoh, dilombok pernah terjadi kelangkaan akan cabai merah, akibatnya, cabai dijual seharga 50 ribu rupiah perkilo gramnya. Ini tentu akan membuat biaya hidup masyarakat akan semakin tinggi. Dikhawatirkan dengan hilangnya air bendungan batujai akan menyebabkan naiknya harga bahan kebutuhan pokok masyarakat yang tentunya akan menambah biaya hidup masyarakat.
Contoh yang paling nyata yang langsung berkaitan dengan menurunnyua debit air dibendungan batujai adalah naiknya tarif air PDAM, ini dikarenakan PDAM harus menutupi kerugian akibat berkurangnya produksi air bersih mereka. Kenaikan tarif air harus dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan akibat kurangnya hasil produksi air bersih yang bersumber dari bendungan batujai. Bila bendungan batujai terus mendangkal, maka harga air bersih PDAM akan terus naik, akibatnya biaya atau beban hidup masyarakat akan semakin tinggi.
Secara tidak langsung, berkurangnya debit air bendungan batujai akan mempengaruhi ketersediaan beberapa komoditi pertanian, misalnya besar, cabai, dan tanaman palawija. Berkuranggnya beberapa komoditas pertanian ini dikarenakan lahan pertanian untuk memproduksi komoditas tersebut tidak dapat berproduksi dengan optimal karena kekurangan air. Akibatnya komoditas tersebut akan langka dipasaran, tentu hal ini akan menyebabkan harga dari komoditas tersebut akan melambung tinggi, sementara daya beli masyarakat tetap. Yang akan merasakan dampak akibat semua hal tesebut adalah kita semua, masyarakat lombok tengah yang memiliki bendungan bendungan batujai.
3.Dampak Ekologi (Lingkungan)
a.Berkurangnya keanekaragaman hayati
Rusaknya kondisi bendungan batujai tentu akan merusak pula ke anekaragaman hayati yang dikandungnya. Belum ada penelitian mengenanai hewan atau tumbuhan apa saja yang ada di bendungan batujai, namun dengan luas yang begitu besar yaitu 890 herktar, dan sudah ada hampir 30 tahun, tentu banyak jenis keanekaragaman hayati yang ada didalamnya, baik berupa ikan, zooplankton, tumbuhan, alga, maupun fitoplankton. Mendangkalnya bendungan batujai ini tentunya akan menyebabkan hewan atau tumbuhan yang ada didalamnya akan berkurang.
Berkurangnya jumlah keanekaragaman hayati ini terjadi karena habitat mereka telah mulai terkikis akibat pendangkalan. Ini terbukti dengan sudah mulai berkurangnya hasil tangkapan penduduk lokal apabila memancing atau menjaring ikan didaerah tersebut.
b.Rusaknya nilai estetika
Air dibendungan batujai juga dimanfaatkan oleh pemda sebagai air untuk mengairi beberapa jenis tumbuhan yang berada di taman-taman kota, seperti taman biao. Hilangnya air di bendungan batujai akan menyebabkan pemda tidak akan dapat mengairi lagi taman-taman kota tersebut, akibatnya keindahan kota praya akan hilang, karena semua tumbuhannnya mati kekeringan.
Secara langsung, hilangnya air dikawasan bedungan batujai akan menyebabkan rusaknya kawasan bedungan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana rekreasi untuk mendapatkan keindahan, udara segar dan sarana hiburan. Hal ini berarti pula mengurangi nilai estetika khussunya bagi kawasan sekitar bendungan batujai tersebut. Rusaknya nilai estetika ini dapat berupa rusaknya keindahan kawasan peremukiman, hilangnya kerindangan jalan-jalan kota, bahkan hilangnya keindahan kota secara umum.
c.Hilangnya sumber mata air
Air merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah kehidupan, tanpa air semua organisme baik yang uni seluler, maupun multi seluler tidak akan dapat melaksanakan kegiatan hidupnya. Terutama manusia, kita membutuhkan air untuk berbagai macam keperluan, baik itu mencuci, memasak, minum, mengairi sawah dan berbagai macam keperluan lainnya.
Hal inilah yang menyebabkan bendungan batujai merupakan memiliki begitu banyak fungsi, terutama dalam hal pemanfaatan airnya. Baik itu pemanfaatan air sebagai sumber pengairan, sumber air bersih, air pemadam kebakaran, atau pun sebagai sumber air lainnya. Hilangnya bedungan batujai akan menyebabkan tumbuhan-tumbuhan disekitar bedungan, terutama tumbuhan berukuran besar. Akar dari tumbuhan-tumbuhan tesebut merupakan pengikat air tanah, maka dengan hilangnya tumbuhan-tumbuhan tersebut, air tanah pada musim hujan yang begitu banyak pada musim hujan akan hilang dengan cepat sehinga air sumur-sumur warga pada musim kemarau akan hilang, tentu ini akan menambah kesengsaraan warga sekitar bedungan.
d.Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat
Permasalahn inti dari ke 3 permasalahn lingkungan diatas adalah menurunnya tingkat kesaehatan masyarakat. Ini terjadi akibat rusaknya lingkungan, hilangnya sumber air bersih, hilangnya sumber mata air. Hal-hal tersebut tentu akan merusak siklus hidup masyarakat sekitar yang telah ada berpuluh-puluh tahun lamanya.
Kekurangan sumber air bersih tentu akan menyebabkan masyarakat akan menggunakan air yang memiliki kualitas kesehatan yang kurang, ini tentunya akan memicu timbulnya berbagai macam penyakit terutama yang menyangkut masalah sisitem pencernaan. Hilangnya sumber mata air, tentu akan menyebabkan masyrakat akan kehilangan sumber air untuk konsumsi, akibatnya masalah masyarakat akan mengalami dehidrasi yang dapat memicu munculnya bebagai macam penyakit mengenai sistem kekebalan tubuh.
Rusaknya lingkungan tentu akan menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan seperti gizi buruk dan busung lapar. Ini tejadi karen lahan pertanian yang ada telah rusak karena tidak mendapat suplai air yang cukup untuk melaksanakan kegiatan pertanian.
Kondisi infrastruktur bendungan Batujai Desa Batujai Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), secara fisik saat ini cukup memprihatinkan. Hal itu terlihat dari mulai menurunnya kinerja sejumlah fasilitas yang dimiliki bendungan terbesar di Pulau Lombok ini. Salah satu persoalan serius yang kini dihadapi ialah terjadinya pendangkalan sisi dasar bendungan.Akibatnya, debit air baku yang mampu ditampung mengalami penurunan drastis.( Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES, 1987.)

Ekosistem
Ekosistem Bendungan BatuJai
Ekosistem yang ada di bendungan batujai antara lain seperti eceng gondok,rumpur rumputan,ikan ,kepiting tawar,burung ,bebatuan,capung,tumbuh tumbuhan yangn ada di sekitar bendungan, udara dan lain sebagainya.kesemuanya ini sling membutuhkan satu sama lain dan semua itu berintraksi baik biotiknya maupun abiotiknya. Tetapi salah satu dari ekosistem yang ada di bendungan ini sangat tidak diinginkan yaitu eceng gondok,eceng gondok ini tidak diinginkan karena merusak dan mendangkalkan air yang ada di bendungan tersebut.Ekosistem yang ada di bendungan ini apabila kurangnya kandungan oksigen akan menimbulkan kesterasan pada biota yang ada di situ,sehingga ekosistem tersebut mati.
2. Ekosistem Pantai Tanjunng Aan ( Pantai Kuta )
Daerah perairan pantai adalah wilayah perairan yang berada antara ujung paparan benua dengan kedalaman laut sekitar 200 m sampai pantai yang didalamnya terdapat ekosistem mangrove, terumbu karang, estuari, padang lamun, sumber hayati dan nonhayati, serta fasilitas-fasilitas seperti pelabuhan dan pemukiman dan panorama pesisir.
Sering dapat dilihat hamparan hijau pada dasar laut di pinggir pantai yang menyerupai padang rumput hijau, yang tidak lain adalah padang-lamun atau yang populer dikenal dengan seagrass. Seagrass adalah tempat hidup bagi banyak organisme, seperti ikan, kepiting, udang, lobster, seaurchin (bulu babi), dan lainnya. Sebagian besar organisma pantai (ikan, udang, kepiting dll) mempunyai hubungan ekologis dengan habitat lamun. Sebagai habitat yang ditumbuhi berbagai spesies lamun, padang lamun memberikan tempat yang sangat strategis bagi perlindungan ikan-ikan kecil dari “pengejaran” beberapa predator, juga tempat hidup dan mencari makan bagi beberapa jenis udang dan kepiting.( ian.umces.edu/discforum/index.)
Habitat Lamun atau yang lebih di kenal dengan kata seagrass merupakan habitat pantai yang sangat unik. dengan di tumbuhi oleh lamun (golongan macrophyte) yang dapat beradaptasi dengan kondisi pantai yang labil, tumbuhan lamun memebrikan amat sanagt banyak fungsi ekologis bagi organisma yang berasosiasi dengannya. Banyak organisme yang secara ecologis dan biologis sangat tergantung pada keberadaan lamun. Banyak orang awam mengenal kata seagrass sebagai “rumput laut” yang konotasinya ke arah seaweed. Namun jika dirunut lebih jauh tentang kedua tumbuhan ini akan sangat jauh perbedaanya. Sebagai tumbuhan sejati, seagrass merupakan tumbuhan yang mempunyai akar (Ryzome dan serabut akar), batang, daun, bunga dan beberapa spesies berbuah. Berbeda dengan seaweed yang merupakan alga besar (Macro-alga) yang tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati. Sebagai tumbuhan tingkat tinggi, seagrass mempunyai sistem reproduksi dan pertumbuhan yang khas.
( research.myfwc.com/…/view_article.)
Seperti layaknya padang rumput, seagrass dapat menyebar dengan perpanjangan ryzome (batang akar). Penyebaran seagrass terlihat sedikit unik dengan pola penyebaran yang sangat tergantung pada topografi dasar pantai, kandungan nutrient dasar perairan (substrate) dan beberapa faktor fisik dan kimia lainnya. Kadang terlihat pola penyebaran yang tidak merata dengan kepadatan yang relative rendah dan bahkan terdapat semacang ruang-ruang kosong di tengah padang lamun yang tidak tertumbuhi oleh lamun. Kadang-kadang terlihat pola penyebaran yang berkelompok-kelompok, namun ada juga pola penyebaran yang merata tumbuh hampir pada seluruh garis pantai landai dengan kepadatan yang sedang dan bahkan tinggi. Berbagai ekosistem pesisir pantai seperti ,pohon mahoni,pasir putih,dan lain sebagainya.( Nasir, Mohammad. Metode Penelitian. Cet.3. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.)

2.3 Oseanografi
Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang mempelajari tentang laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya. Secara umum, oseanografi dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang ilmu utama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosfer di bawah laut; fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus, gelombang, pasang surut dan temperatur air laut; kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut, dan yang terakhir biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut.
Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer. dan segala fenomenanya.
Para ahli oseanografi mempelajari berbagai topik, termasuk organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudera, ombak, dan dinamika fluida geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut; dan aliran berbagai zat kimia dan sifat fisik didalam samudera dan pada batas-batasnya. Topik beragam ini menunjukkan berbagai disiplin yang digabungkan oleh ahli oceanografi untuk memperluas pengetahuan mengenai samudera dan memahami proses di dalamnya: biologi, kimia, geologi, meteorologi, dan fisika.
Beberapa sumber lain berpendapat bahwa ada perbedaan mendasar yang membedakan antara oseanografi dan oseanologi. Oseanologi terdiri dari dua kata (dalam bahasa Yunani) yaitu oceanos (laut) dan logos (ilmu) yang secara sederhana dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang laut. Dalam arti yang lebih lengkap, oseanologi adalah studi ilmiah mengenai laut dengan cara menerapkan ilmu-ilmu pengetahuan tradisional seperti fisika, kimia, matematika, dan lain-lain ke dalam segala aspek mengenai laut.( Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Penerbit Alfabeta, 1994 )

BAB III
METODELOGI

3.1. Waktu Dan Tempat
Kuliah Kerja Lapangan II ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 juni 2011 di dua lokasi,lokasi I Bendungan BatuJai dan lokasi kedua Pantai Tanjung Aan ( pantai kuta ) yang berlokasi dibagian Kabupaten Lombok Tengah.
3.2. Alat Dan Bahan

Alat Dan Bahan Fungsi
Tiang skala
Layang – layang arus

Untuk mengukur tinggi gelombang
Untuk mengukur kecepatan arus

Alat yang di gunakan dalam pelaksanaan kuliah kerja lapangan II ini adalah tiang skala dan layang – layang arus .Dimana alat tersebut terdiri dari kayu untuk tiang skala,sedangkan layang – layang arus terdiri dari bola plastik,aluminium,dan tali 5 meter.
3.3. Metode Pengumpulan Data
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah untuk menjawab hasrat keingintahuan manusia yang berkaitan dengan analisa dan konstruksi, yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten. Metodologis berarti sesuai dengan metode atau cara tertentu, sistematis adalah berdasarkan suatu sistem, sedangkan konsisten berarti tidak adanya hal-hal yang bertentangan dalam suatu kerangka tertentu. Dengan demikian penelitian merupakan sarana yang dipergunakan oleh manusia untuk memperkuat, membina serta mengembangkan ilmu pengetahuan.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang di peroleh dari Lokasi Kuliah Kerja Lapangan II di Bendungan Batujai dan di lanjutkan di Pantai Tanjung Aan dengan melakukan pengamatan secara langsung yang hasilnya di bahas pada BAB IV
Sebagai kegiatan ilmiah, maka suatu penelitian telah dimulai, apabila peneliti berusaha untuk memecahkan masalah secara sistematis dengan metode tertentu, yakni metode ilmiah untuk menemukan kebenaran. Adalah langkah yang tepat untuk mengetahui strategi menentukan permasalahan dalam penulisan karya ilmiah, karena sebagai awal peneliti merencanakan mengadakan suatu penelitian yang dipikirkannya adalah masalah yang ditelitinya. Namun “di atas kertas”, peneliti yang bersangkutan memulai dengan judul penelitian. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan tujuan penelitian yang menjawab permasalahan penelitian. Jawaban terhadap tujuan penelitian ini menjadi bobot dari sebuah penelitian. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, peneliti melaksanakan tahap-tahap penelitian yaitu: penyusunan latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, penyusunan kerangka teoritis dan konsepsional, perumusan hipotesa penelitian (bila diperlukan), pengumpulan data, selanjutnya melaksanakan pengolahan data yang kemudian secara bersamaan maupun berkesinambungan melakukan analisa data, dan pada akhirnya menyusun sebuah laporan penelitian. Dalam menyusun laporan penelitian, pada akhirnya membuat kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan menyusun saran atau rekomendasi berdasarkan pada pengolahan data hasil penelitian.( Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 1986 )

3.4. Prosedur KKL
Kuliah Kerja Lapangan di laksanakan oleh Mahasiswa yang masih aktif kuliah dengan syarat sebagai berikut :
Kuliah Kerja Lapangan termasuk mata kuliah wajib yang harus di tempuh oleh mahasiswa.
Pembagian panitia dan kelompok
Mahasiswa harus membayar biaya KKL
Peserta KKL menentukan lokasi penelitian
Peserta KKL menerima pembekalan sebelum melaksanakan KKL
Setelah menerima pembekalan peserta melaksanakan KKL
Langkah langkah pengukurannya pemegang tiang skala,pembaca puncak,pembaca lembah,pencacat puncak,pencatat lembah,penghitung waktu dan pengamatan dasar laut.
Membuat laporan KKL, setelah selesai pelaksanaan KKL.
Melakukan bimbingan / mengkonsultasikan hasil penyusunan laporan KKL
Setelah di sahkan oleh kaprodi selanjutnya di kumpulkan dimasing – masing dosen pengampu.

3.5. Analisis Data
Analisis data yang di gunakan dalam kuliah kerja lapangan ini sebagai berikut:
Gelombang
Priode gelombang ( p )
P = Δt/(∑N)
Tinggi lembah signifikan ( H1/3 ) =(∑H 1/3)/(1/3 N)
arus
Keterangan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Lokasi I
Bendungan Batu Jai
A. Lokasi
Secara geografis, Bendungan Batu Jai terletak di kabupaten praya,lombok tengah.dengan ketinggian sekitar 112 meter dari permukaan laut.
B. Biogeografi
Lokasi ini termasuk daerah yang mempunyai banyak jenis vegetasinya.dilokasi yang pertama ini banyak terdapat tumbuh – tumbuhan yang mendominasi seperti tumbuhan asam,pohan bajur,tumbuhan rumput dan lain lainnya.di sekitar bendungan terdapat persawahan warga yang biasanya di airi oleh aliran sungai yang baerasal dari bendungan ini.
Ekosistem yang ada di bendungan batujai antara lain seperti eceng gondok,rumpur rumputan,ikan ,kepiting tawar,burung , bebatuan,capung,tumbuh tumbuhan yangn ada di sekitar bendungan, udara dan lain sebagainya.kesemuanya ini sling membutuhkan satu sama lain dan semua itu berintraksi baik biotiknya maupun abiotiknya. Tetapi salah satu dari ekosistem yang ada di bendungan ini sangat tidak diinginkan yaitu eceng gondok,eceng gondok ini tidak diinginkan karena merusak dan mendangkalkan air yang ada di bendungan tersebut.Ekosistem yang ada di bendungan ini apabila kurangnya kandungan oksigen akan menimbulkan kesterasan pada biota yang ada di situ,sehingga ekosistem tersebut mati.

Lokasi II
Pantai tanjung Aan ( pantai kute )
Lokasi
Secara geografis, pantai tanjung Aan berada di kawasan pantai kuta yang terletak di kabupaten praya,lombok tengah.

B. Biogeografi
Lokasi ini termasuk daerah yang mempunyai banyak jenis vegetasinya.Dilokasi yang kedua ini berbagai macam ekosistem yang ada baik yang biotik maupun abiotik.yang termasuk ekosistem biotiknya seperti ikan,rumput laut,bulu babi,kepiting laut dan lain sebagainya sedangkan abiotiknya terdiri dari sinar matahari,udara,pasir,karang dan lain sebagainya kesemuanya ini saling melengkapi dan membutuhkan satu dengan yang lainnya.
C. Mengukur Gelombang
Pengukuran gelombang di lokasi kedua ini ( pantai tanjung Aan )dilakukan selama 245 detik ( 4 menit 05 detik ) selama 50 kali pembacaan gelombang puncak dan gelombang lembah.alat ukur gelombang yang di gunakan yaitu Tiang Skala.Hasil pengukuran gelombang tersebut seperti tabel di bawah ini :
No Puncak ( P ) Lembah ( L ) H ( P-L ) H
1 135 110 25 33
2 125 115 10 30
3 120 113 7 27
4 127 120 7 25
5 115 107 8 24
6 140 125 15 22
7 130 115 15 21
8 126 116 10 18
9 134 123 11 18
10 139 133 6 18
11 128 118 10 17
12 119 109 10 16
13 137 126 11 16
14 121 110 11 15
15 116 100 6 15
16 113 105 8 15
17 140 125 15 15
18 136 119 17 15
19 122 104 18 14
20 125 117 8 13
21 138 111 27 13
22 117 107 10 13
23 130 120 10 13
24 115 102 13 12
25 125 112 13 12
26 145 115 30 11
27 136 123 13 11
28 126 119 7 11
29 117 101 16 11
30 113 105 8 11
31 110 100 10 10
32 146 122 24 10
33 118 109 9 10
34 131 117 14 10
35 142 121 21 10
36 114 109 5 10
37 127 117 10 10
38 135 125 10 10
39 141 119 22 10
40 136 124 12 9
41 131 120 11 8
42 113 101 12 8
43 146 128 18 8
44 116 105 11 8
45 142 129 13 7
46 151 136 15 7
47 144 111 33 7
48 135 117 18 6
49 143 127 16 6
50 125 110 15 5
Jumlah 675

Maka di proleh grafik tinggi puncak dan lembah gelombang seperti dibawah ini :

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari data yang diperoleh dapat di simpulkan bahwa keberadaan bendungan Batujai sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat lombok tengah khususnya dalam bidang Pertanian,petani sangat mengharapkan debit air yang keluar dari Bendungan trsebut untuk saluran irigasi persawahannya.selain bermanfaat untuk perekonomian wilayah Kabupaten Lombok Tengah khususnya kota Praya,Bendungan ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya yaitu dengan memancing ikan di sekitar bendungan.
Beberapa kilo dari Bendungan tersebut terdapat pantai yang sering di kunjungi oleh masyarakat,pantai itu biasa di sebut dengan pantai Tanjung Aan ( Pantai Kuta ) di pantai ini banyak terdapat vegetasi laut seperti pasir putih,karang,padang lamun dan lain sebagainya.
Data yang kami peroleh dari hasil Kuliah Kerja Lapangan ( KKL II ) di lokasi bendungan Batujai diantaranya terdapat empat pintu pengatur debit air yang keluar,alat pengatur pembagian air kewilayah yang lain serta adanya pos-pos tempat pengamatan Bendungan tersebut,sedangkan data yang di peroleh di lokasi Pantai Tanjung Aan diantaranya,terdapat perumahan penduduk beberapa meter dari pantai,serta data hasil pengukuran gelombang dan arus.
5.2. Saran
Untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari laporan kuliah kerja lapangan ini pembaca bisa mempelajarinya dari refrensi-refrensi lain maupun dari buku pedoman penyusunan laporan dan membandingkannya dengan laporan yang kami susun ini.
Selanjutnya semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran kami harapkan dari pembaca supaya dalam penyusunan makalah kedepannya semakin lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: